Kagungan Dalem

Gendhing Gati bagian 2

313 | Rabu, 28 Oktober 2020 admin

Gendhing Gati merupakan gendhing khusus yang biasa ditabuh untuk mengiringi penari Bedhaya atau Srimpi saat berjalan masuk dan keluar ruang pementasan (pendapa atau bangsal), proses berjalan ini disebut ‘lampah kapang-kapang’. Gendhing Gati memiliki motif kendhangan ladrang sabrangan.­ Begitu sampai bagian akhir, gendhing-gendhing ini bisa diulang dari awal berkali-kali sesuai kebutuhan.

1. Gendhing Gati Buntal, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Buntal
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Gati Buntal adalah gendhing yang mempunyai laras pelog dan pathet barang. Dalam bahasa Jawa, ‘buntal’ adalah rangkaian bunga yang dironce sedemikian rupa hingga membentuk untaian indah. Gendhing Gati Buntal mempunyai struktur ladrang dengan jumlah 6 gongan dalam 1 ulihan. Diawali tabuhan instrumen bonang barung pada bagian buka, musik bagian balungan dimainkan dengan garap tabuhan soran. Gendhing Gati lainnya ditabuh dengan cara yang sama dan dapat dimainkan berulang-ulang sesuai kebutuhan.

2. Gendhing Gati Harjuna Asmara, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Harjuna Asmara
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Harjuna adalah kesatria panengah Pandawa dalam kisah Mahabharata. Gati Harjuna Asmara menyajikan cerminan kehalusan budi dan watak satria. Memiliki laras pelog dan pathet barang, gendhing ini cukup populer di kalangan seniman keraton. Kalimat lagunya mudah dihafal sehingga sering digunakan untuk mengiringi kapang-kapang tari Bedhaya dan Srimpi. Selain itu, gendhing ini juga digunakan untuk mengiringi Beksan Lawung Ringgit. Gati Harjuna Asmara memiliki 4 gongan dalam 1 ulihan. Dalam 4 gongan itu hanya terdapat 2 macam kalimat lagu. Kalimat lagu pertama diulang tiga kali, sedang yang kedua hanya ditabuh sekali.

3. Gendhing Gati Branta Wiwaha, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Branta Wiwaha
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Gati Branta Wiwaha berlaras pelog dan pathet barang. ‘Branta Wiwaha’ menggambarkan rasa senang akan perjumpaan, khususnya bagi sepasang mempelai saat dipertemukan dalam upacara panggih pengantin. Namun dalam konteks kemiliteran, dapat diartikan sebagai semangat bertanding ketika berhadapan dengan musuh. Gendhing ini memiliki 4 gongan dalam 1 ulihan.

4. Gendhing Gati Komis, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Komis
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Gati Komis adalah gendhing yang mempunyai laras pelog dan pathet barang. ‘Komis’ memiliki dua arti, kumis dan juru tulis. Gendhing ini mempunyai lagu yang cukup panjang, 7 gongan dalam 1 ulihan. Pada bagian awal dan pertengahan, terdapat pengulangan sebanyak 2 kali dalam setiap gongan.

5. Gendhing Gati Weni, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Weni
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Weni’ berarti rambut atau sanggul. Gati ini memiliki laras pelog dan pathet barang. Lagunya sepanjang 4 gongan dalam 1 ulihan. Strukturnya terdiri dari dua bagian, umpak dan ngelik. Bagian umpak dapat ditabuh berulang-ulang dan bagian ngelik hanya dimainkan dua kali.

6. Gendhing Gati Usar, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Usar
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Gati Usar mempunyai laras pelog dan pathet barang. ‘Usar’ berarti prajurit berkuda. Strukturnya terdiri atas umpak dan ngelik yang masing-masing ditabuh dua kali tiap ulihan.

7. Gendhing Gati Kuda, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Kuda
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Kuda, hewan gagah yang dekat dengan manusia menjadi inspirasi gati ini. Berlaras pelog dan pathet barang, gendhing ini memiliki 3 gongan dalam 1 ulihan dan dapat diulang-ulang sesuai kebutuhan.

8. Gendhing Gati Jendral, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Jendral
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Gati Jendral berlaras pelog dan pathet barang. Namanya mengacu pada pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Strukturnya terdiri atas bagian umpak dan ngelik. Aturan mainnya, umpak dapat ditabuh berulang-ulang, sedangkan ngelik berjumlah 3 gongan tanpa diulang. Dua gongan pertama pada bagian ngelik hanyalah pengulangan lagu yang sama. Ketika tiba pada ngelik paling akhir, gendhing bisa dimulai dari awal lagi.

9. Gendhing Gati Mandra, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Mandra
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Gati Mandra mempunyai laras pelog dan pathet barang. Mandra berarti melakukan perjalanan. Gendhing tersebut memiliki 5 gongan dengan 3 macam kalimat lagu. Kalimat lagu yang pertama dan kedua ditabuh dua kali, sedangkan kalimat lagu terakhir hanya ditabuh sekali. Permainan dapat diulang-ulang sesuai kebutuhan.

10. Gendhing Gati Priya, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Priya
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Priya’ berarti laki-laki. Gati Priya berlaras pelog dan pathet barang. Gendhing tersebut mempunyai struktur yang terdiri atas bagian umpak dan ngelik dengan kalimat lagu sebanyak 3 gongan. Umpak dapat ditabuh berulang-ulang, sedangkan ngelik hanya berjumlah 1 gongan tanpa diulang.

11. Gendhing Gati Kapten, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Kapten
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Gati Kapten mempunyai laras pelog dan pathet barang. Kapten mengacu pada kepangkatan militer. Strukturnya terdiri atas bagian umpak dan ngelik dengan jumlah kalimat lagu sebanyak 5 gongan. Umpak dapat ditabuh berulang-ulang sedangkan ngelik berjumlah 3 gongan tanpa diulang. Bagian ngelik hanya terdiri dari dua kalimat lagu, namun 1 gongan pertama diulang dua kali.

12. Gendhing Gati Padhamara, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Padhamara
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Padhamara artinya berdatangan. Gendhing ini mempunyai laras pelog dan pathet barang. Kalimat lagu pada gendhing tersebut 2 gongan saja, lebih pendek dibanding gati pada umumnya. Namun, cara mainnya sama dengan gati lainnya, yaitu diawali buka dan dilanjutkan dengan balungan gendhing, lalu diulang kembali.

13. Gendhing Gati Kingkin, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Kingkin
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Kingkin’ punya banyak makna; sedih, rindu mendalam, atau cinta yang besar. Gendhing ini berlaras pelog dan pathet barang. Kalimat lagunya berjumlah 4 gongan, terdiri dari bagian umpak yang dapat ditabuh berulang-ulang dan bagian ngelik­ yang panjangnya 2 gongan saja. Bagian ngelik hanya terdiri dari satu kalimat lagu, namun ditabuh dua kali.

14. Gendhing Gati Marinir, Laras Pelog, Pathet Barang, Kendhangan Ladrang Sabrangan, Kendhang Kalih.

Nama Gendhing Gati Marinir
Nama Laras Pelog
Nama Pathet Barang
Jenis Kendhangan Ladrang Sabrangan
Jenis Kendhang Kalih
Cara Menabuh Soran
Deskripsi Naratif

Marinir mengacu pada para prajurit samudra yang gagah berani. Gati ini mempunyai laras pelog dan pathet barang. Dalam 1 ulihan ada 4 gongan; 2 gongan pada bagian umpak, 2 gongan pada bagian ngelik. Hanya ada 2 macam lagu dalam 1 ulihan, namun setiap gongan pada bagian umpak dan ngelik diulang dua kali.


Daftar Pustaka
KRT Purwodiningrat, dkk. 2014. Gendhing-Gendhing Gaya Yogyakarta ‘Wiled Berdangga Laras Pelog’ Hasil Alih Aksara Naskah Kuno Jilid II. Yogyakarta: UPTD Taman Budaya Yogyakarta
Wawancara dengan MW Susilomadyo pada 26 Juli 2020
Wawancara dengan MW Susilomadyo pada 16 Oktober 2020

Related Articles

TATA PEMERINTAHAN