Info Terkini

Pameran Jayapatra Resmi Dibuka Untuk Wisatawan

885 | Sabtu, 12 Maret 2022 admin

Selasa (08/03), Pameran Jayapatra: Dedikasi Yogyakarta bagi Bangsa resmi dibuka oleh Gusti Kanjeng Ratu Bendara. Pada malam sebelumnya, Senin (07/03), rangkaian pameran dan simposium Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem ke-33 Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas menurut tahun masehi, juga telah dibuka secara daring oleh Sri Sultan dan GKR Mangkubumi melalui kanal YouTube Kraton Jogja. Mengusung tema besar peran keraton bagi Indonesia, pameran kali ini mengedepankan displai arsip-arsip sejarah yang bersumber dari keraton maupun dokumen sejarah dari lembaga lain. Di sisi lain, pameran ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali narasi Yogyakarta dalam sejarah perjalanan memperjuangkan kedaulatan negara.

Tajuk Jayapatra diadaptasi dari bahasa Jawa yang berarti lembar kemenangan. Hal ini merujuk kepada berbagai lembar-lembar perjanjian yang mewarnai kerja keras dalam meraih kemerdekaan. Narasi lebih mendalam mengenai pameran berawal ketika proklamasi tahun 1945. Perjuangan dari Yogyakarta untuk Indonesia tidak hanya mengenai pemindahan kekuasaan, melainkan perubahan peta politik yang begitu dinamis. Amanat 5 September 1945, pemindahan ibu kota negara ke Yogyakarta, Agresi Militer Belanda II, Serangan Umum 1 Maret 1949, hingga kelahiran Republik Indonesia Serikat menjadi momentum sejarah yang tidak dapat dielakkan. Sementara itu, kehadiran keraton dan masyarakat Yogyakarta dalam  dinamika politik nasional tidak dapat dipungkiri.


Dalam pameran ini, rentetan peristiwa sejarah tersebut kemudian dikemas dalam tiga diorama ruang pamer, yaitu ruang pendidikan, sosial dan politik, serta pemerintahan. Dalam bidang pendidikan, Keraton Yogyakarta merintis pendidikan berbasis budaya melalui Sekolah Tamanan, kemudian berkembang menjadi sekolah-sekolah ala Barat. Puncaknya, kehadiran 71 sekolah partikelir pada pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII menjadi bukti perhatian sultan atas pendidikan. Sekolah-sekolah tersebut selanjutnya berkembang menjadi Hollandsch Inlandsche School dan mengakomodasi kebutuhan pendidikan di Yogyakarta. Estafet perjuangan di bidang pendidikan diteruskan pula oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan mengizinkan kawasan keraton sebagai ruang belajar Universitas Gadjah Mada. 

Di ruang sosial politik, pasang surut perjuangan bangsa dari Yogyakarta menjadi narasi pokok yang ditampil. Peran sultan dalam politik praktis menjadi catatan sejarah penting dari Yogyakarta untuk bangsa. Di akhir diorama, pengunjung akan disuguhi dua sosok penting dari percaturan politik nasional dari Yogyakarta. Tokoh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir secara utuh dalam kilas balik perjuangan serta berbagai peran yang diembannya. 

“Perjuangan ini dilanjutkan pula oleh Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 dalam mempertahankan kedaulatan republik melalui praktik-praktik budaya dan reformasi di Yogyakarta. Potret Pisowanan Ageng pada tahun 1998 menjadi fakta atas peran sultan dalam menjaga keutuhan Republik Indonesia,” tegas GKR Mangkubumi dalam sambutan daring. 


Melalui pameran ini, Keraton Yogyakarta berharap agar berbagai keteladanan dari leluhur Yogyakarta dapat terus dipetik pelajarannya. Peran serta masyarakat dalam pelestarian kebudayaan dan nilai-nilai adiluhung diharapkan pula terus meningkat seiring dengan keterbukaan keraton. 

Pameran temporer Jayapatra berlangsung dari 8 Maret - 12 Juni 2022 di Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta. Wisatawan dapat menyaksikan instalasi pameran setiap hari Selasa - Minggu (Senin tutup) pukul 09.00 - 14.00 WIB dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Reservasi tiket melalui pranala rangkaian Tingalan Jumenengan Dalemsymposium.kratonjogja.id atau pembelian langsung di loket wisata kompleks Pagelaran.

Selama penyelenggaraan pameran, terdapat agenda pendukung seperti virtual tur, lomba sketsa, dan webinar. Informasi lengkap mengenai jadwal agenda pameran dapat disimak melalui media sosial Instagram @kratonjogja dan @kratonjogja.event, Facebook Kraton Jogja, serta Twitter @kratonjogja.



TATA PEMERINTAHAN