Info Terkini

Peringatan Jumenengan Dalem Ke-27 Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10

188 | Selasa, 05 Juli 2016 admin

Pada Sabtu, 7 Mei 2016 lalu, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar peringatan Jumenengan Dalem ke-27 tahun atau peringatan kenaikan tahta Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 sebagai Raja Kasultanan Yogyakarta. Peringatan ke-27 tahun ini dihitung berdasarkan penanggalan Masehi sejak Sultan bertahta tahun 1989. Apabila dihitung berdasarkan penanggalan Jawa, Hajad Dalem Tingalan Jumenengan Dalem tahun ini memasuki tahun ke-28. Bertempat di Kagungan Dalem Bangsal Kencana, acara yang dimulai pada pukul 19.30 WIB ini lebih spesial, sebab sekaligus merayakan bertambahnya usia Sri Sultan HB Ka 10 yang ke-70 tahun.

Adapun puncak acara ditandai dengan pementasan tarian baru yang disusun atas perintah Sri Sultan HB Ka 10 yaitu Beksan Bedhaya Tirta Hayuningrat. Menariknya, empat dari sembilan penari yang membawakannya adalah putri-putri Ngarsa Dalem sendiri yaitu GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Hayu, dan GKR Bendara. Dengan gending pengiring yang disebut dengan Udan Arum, tarian ini berkisah mengenai lenggahing Harjuna dan dipentaskan di hadapan 500 undangan. 

Sebelum puncak acara dilaksanakan, telah digelar pula beberapa rangkaian kegiatan Tingalan Jumenengan Dalem yang rutin diselenggarakan di Kraton Jogja setiap tahun. Dimulai dengan upacara Ngebluk (5/5) di kompleks Keputren oleh para Abdi Dalem putri, kegiatan membuat jladren (adonan, red) ini akan digunakan untuk membuat apem pada upacara Ngapem keesokan harinya (6/5). Bertempat di Bangsal Sekar Kedhaton, upacara Ngapem terebut dipimpin langsung oleh Garwa Dalem, GKR Hemas, dan dihadiri para Putri Dalem, serta para Sentana Dalem.

Pagi hari setelah upacara Ngapem (7/5), digelar upacara Sugengan sebelum memindahkan ubarampe dari Gedong Prabayeksa ke Bangsal Srimanganti. Ubarampe tersebut kemudian dilabuh di tiga tempat yaitu Pantai Parangkusumo, Gunung Merapi, dan Gunung Lawu keesokan harinya (8/5 dan 9/5). [TTY/VRP]

TATA PEMERINTAHAN