Info Terkini

Raja Malaysia Melawat ke Kasultanan Yogyakarta

1290 | Kamis, 29 Agustus 2019 admin

Raja Malaysia Yang Dipertuan-Agong XVI Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah ditemani istri, Permaisuri Agong Tunku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariyah, serta putri berikut jajarannya berkunjung ke Keraton Yogyakarta pada Rabu (28/08) siang. Rombongan diterima para Putra Dalem yakni GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Bendara beserta Mantu Dalem KPH Purbodiningrat dan KPH Notonegoro di Regol Kamandungan Lor pukul 11.30 WIB.

Rombongan disambut oleh Raja Kasultanan Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta GKR Hemas di depan Regol Danapratapa. Pada kesempatan tersebut turut hadir Adipati Kadipaten Pakualaman KGPAA Paku Alam X bersama istri, GKBRAy A. Paku Alam. Rombongan selanjutnya diantar menuju Gedhong Jene untuk beramah-tamah.

Selepas dari Gedhong Jene, rombongan diajak untuk melihat beberapa koleksi milik Keraton Yogyakarta di Emper Gedhong Prabayeksa. Koleksi tersebut adalah Serat Arjunasasrabahu, Serat Rama Kawi Miring, Serat Menak Malebari, Serat Menak Purwakandha, Lakon Wayang Arjunasasrabahu, Kagungan Dalem Rampadan, Batik Parang Rampadan, dan beberapa koleksi Tosan Aji. Permaisuri Agong, istri Raja Malaysia juga menyempatkan diri untuk mencoba membatik di display pembuatan yang digelar di sisi Selatan Gedhong


Raja Malaysia dan rombongan kemudian dijamu dengan suguhan Beksan Lawung Jajar di Tratag Bangsal Kencana persembahan dari KHP Kridhomardowo Keraton Yogyakarta. Tarian Lawung Jajar sejatinya merupakan adu ketangkasan prajurit bertombak yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792) karena terinspirasi perlombaan watangan. Dialog yang digunakan merupakan campuran bahasa Madura, Melayu, dan Jawa yang umumnya berisi perintah-perintah dalam satuan keprajuritan.

Selepas menyaksikan sajian tari, rombongan kemudian dijamu makan siang di Bangsal Manis. Sekitar pukul 13.40 WIB rombongan meninggalkan keraton. 

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bahwa lawatan ini merupakan kunjungan silaturahmi dan penguatan hubungan persahabatan. “Tidak ada pembicaraan apa-apa, murni kunjungan persahabatan saja,” ujar Sultan. 


Related Articles

TATA PEMERINTAHAN