Info Terkini

Gelaran Seni dalam Muhibah Budaya Mataraman di Kabupaten Wonosobo

257 | Kamis, 24 Oktober 2019 admin

Keraton Yogyakarta bersama Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan Muhibah Budaya Mataraman ke Kabupaten Wonosobo (24-26/10). Agenda ini bertujuan untuk menjadi jembatan dalam melestarikan Budaya Mataraman di daerah yang memiliki keterikatan dengan Keraton Yogyakarta. 


Salah satu suguhan seni yang ditampilkan adalah Beksan Bugis persembahan KHP Kridhomardowo. Tari yang diciptakan oleh Patih Danurejo V pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VII ini merupakan salah satu dari kelompok beksan sekawanan (yang ditarikan empat penari) dengan ragam putra gagah. Beksan Bugis merupakan seni tari yang diciptakan di luar tembok keraton, yakni di Kepatihan, kediaman patih. Usai mengalami berbagai penyesuaian hingga dirasa layak untuk tampil di keraton, Patih Danurejo V mempersembahkan Beksan Bugis kepada Sultan.

Di samping Beksan Bugis, dipentaskan pula Srimpi Pandhelori pada Sabtu malam (26/10). Sementara itu, peserta lokakarya yang berasal dari sanggar turut menyuguhkan hasil pembelajaran mereka selama tiga hari, yaitu seni panembrama, tari Nawung Sekar, dan Beksan Bugis versi singkat.


Jumat malam (25/10) pukul 20.00 WIB bertempat di Alun-alun Wonosobo diselenggarakan talkshow yang mengulas pertalian saudara D.I. Yogyakarta dengan Kabupaten Wonosobo. Usai acara, pukul 21.30 WIB agenda dilanjutkan suguhan wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Mas Bekel Cermo Sugondo dengan lakon Arjuna Wiwaha.

Pada malam puncak, Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Gusti Kanjeng Ratu Hemas hadir menyaksikan gelaran seni. Sultan menyebutkan dalam sambutan bahwa D.I. Yogyakarta dan Kabupaten Wonosobo merupakan dua kawasan yang terhubung oleh benang merah sejarah. Sri Sultan Hamengku Buwono II (Raden Mas Sundoro) lahir di lereng Gunung Sindoro, Wonosobo. Di samping itu, selain dilewati sebagai daerah gerilya, Kabupaten Wonosobo juga merupakan salah satu basis pertahanan pasukan pendukung Pangeran Diponegoro. 


Related Articles

TATA PEMERINTAHAN