Info Terkini

Presiden Republik Singapura Kunjungi Keraton Yogyakarta

169 | Rabu, 05 Februari 2020 admin

Presiden Republik Singapura Halimah Yacob bersama suami, Mohammed Abdullah Alhabshee, beserta jajarannya berkunjung ke Keraton Yogyakarta pada Rabu (05/02) malam. Rombongan tiba di Regol Kamandungan Lor pada pukul 19.00 WIB dan diterima para Putri Dalem yakni GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Hayu, GKR Bendara beserta Mantu Dalem KPH Wironegoro dan KPH Notonegoro.

Rombongan kemudian disambut oleh Raja Kasultanan Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta GKR Hemas di Regol Danapratapa. Turut hadir pada kesempatan tersebut Adipati Kadipaten Pakualaman KGPAA Paku Alam X beserta istri, GKBRAy A. Paku Alam. Rombongan selanjutnya singgah di Gedhong Jene untuk beramah-tamah.




Selepas dari Gedhong Jene, rombongan diajak untuk melihat beberapa koleksi museum milik Keraton Yogyakarta di Emper Gedhong Prabayeksa. Koleksi tersebut berupa batik, keris, wayang, dan keramik. GKR Bendara pun menjelaskan beberapa koleksi yang dipamerkan.

Usai melihat koleksi museum, Presiden Singapura dan rombongan kemudian menyaksikan pagelaran Beksan Lawung Jajar di Tratag Bangsal Kencana. Tarian Lawung Jajar menggambarkan adu ketangkasan prajurit bertombak yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792) karena terinspirasi perlombaan watangan. Pagelaran Tari Lawung Jajar berlangsung selama kurang lebih 25 menit dengan diiringi gamelan dari KHP Kridhomardowo.


Selepas menyaksikan pagelaran tari, rombongan kemudian dijamu makan malam di Bangsal Manis. Kunjungan yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini bertujuan untuk silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan persahabatan. Sebelumnya, Presiden Singapura juga diterima oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Jakarta. 

GKR Mangkubumi menuturkan bahwa, "Presiden Singapura, sekitar 4 tahun yang lalu pernah ke Keraton Yogyakarta sebagai turis, beli tiket sendiri kemudian melihat pertunjukan tarian di Bangsal Srimanganti. Percakapan di dalam (tadi) lebih ke budaya, bahwa beliau senang dengan kebudayaan yang ada di Yogyakarta".

Tepat pada pukul 21.30, Presiden Singapura beserta rombongan meninggalkan Keraton Yogyakarta dengan diantar oleh GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Hayu, GKR Bendara beserta Mantu Dalem KPH Wironegoro dan KPH Notonegoro sampai ke Regol Kamandungan Lor.


TATA PEMERINTAHAN