Info Terkini

Jogja Kembali: Pentas Musikan Mandalasana Peringati SO 1 Maret 1949

411 | Minggu, 01 Maret 2020 admin

Peristiwa Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949 merupakan satu babak penting dalam sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia. Selama 6 jam, tentara bersama rakyat dapat menduduki Yogyakarta yang waktu itu menjadi ibu kota Indonesia. Keberhasilan ini mengantarkan Indonesia untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan sebagai negara yang merdeka. Untuk memperingati peristiwa bersejarah ini, Keraton Yogyakarta kembali menggelar Pentas Musikan Mandalasana bertajuk “Jogja Kembali”, Minggu (01/03) di Bangsal Mandalasana.

Sejak pagi, para pengunjung keraton sudah berdatangan dan berkumpul di sekitar Bangsal Mandalasana. Bangunan berbentuk persegi delapan ini berfungsi sebagai tempat Abdi Dalem Musikan memainkan musik untuk menyambut tamu. Tepat pukul 09.30 WIB, 22 pemusik yang membawa instrumen tiup berjalan dari Bangsal Kasatriyan menuju Bangsal Mandalasana. Tak lama, gendhing Gati Mardawa yang sudah diaransemen ke dalam bentuk brass ansambel dimainkan sebagai pembuka. Disusul dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan serentak dinyanyikan oleh para pengunjung yang hadir.


Bertindak sebagai pengaba, KRT Waditrawinoto, bersama Kanca Musikan tampak bersemangat membawakan repertoar demi repertoar. Tiga komposisi awal berikutnya yang dimainkan adalah lagu tentang Jogja. Yogyakarta Indah, Yogyakarta Berhati Nyaman, dan Yogyakarta mengalun merdu. Dua repertoar selanjutnya ialah karya Ismail Marzuki, Juwita Malam dan Sepasang Mata Bola. Tak jarang para pengunjung ikut bersenandung, menikmati lantunan musik yang disajikan. 

Kemudian, dua repertoar yang dimainkan ialah karya komponis dunia, Triumphal March from Aida karya Giuseppe Verdi yang membangkitkan semangat, lalu disusul dengan Allegro from Eine Kleine Nachtmusik karya Wolfgang Amadeus Mozart yang mendayu-dayu. Pentas Musikan Mandalasana ditutup dengan Bagimu Negeri karya Kusbini. Saat repertoar ini diperdengarkan, pengaba berbalik ke arah pengunjung lalu mengajak yang hadir untuk bernyanyi bersama.

Riuh tepuk tangan dari pengunjung sebagai apresiasi sekaligus menutup Pentas Musikan Mandalasana “Jogja Kembali”. Pentas Musikan di Bangsal Mandalasana dijadwalkan akan tampil setiap sebulan sekali. Dengan demikian, keberadaan Abdi Dalem Musikan kembali hidup dan dinaungi oleh KHP Kridhomardowo, sebuah unit di keraton yang mengurus perihal seni pertunjukan.


TATA PEMERINTAHAN