Musik Prajurit Keraton Yogyakarta

img_9qo3FBR.jpg
Selasa, 12 April 2022 admin

Korps musik menjadi bagian tak terpisahkan dari Bregada Prajurit Keraton Yogyakarta. Sebagai prajurit pengawal upacara, musik prajurit keraton memiliki daya tarik tersendiri. Musik prajurit menjadi atraksi budaya sekaligus kekayaan musik lokal yang memberi warna pada budaya Jawa. Musik yang dimainkan memiliki akar jauh ke belakang, ke masa di mana Bregada Prajurit Keraton Yogyakarta masih merupakan kekuatan keamanan.  Kelengkapan Bregada PrajuritKeraton Yogyakarta yang dikenal saat ini diduga berasal dari masa berakhirnya Perang Jawa (1825-1830), hasil dari pengembangan selama masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono V (1823-1826; 1828-1855). Pada saat itu, pemerintah kolonial Belanda memangkas kedaulatan politik dan kekuatan militer keraton. Sebagai imbangannya, mereka memberi atribut prajurit yang mirip dengan militer Eropa saat itu. Sejak saat itu, prajurit keraton dari awalnya berfungsi penuh sebagai kekuatan militer mulai bergeser sebagai penjaga  keamanan dan…

Pakaian Keprajuritan Kasultanan Yogyakarta

img_5VCiTq6.jpg
Senin, 08 Januari 2018 admin

Pakaian keprajuritan telah dikenal dalam sejarah Kasultanan Yogyakarta sejak Pangeran Mangkubumi masih berperang melawan pemerintah VOC (Kompeni Belanda). Pakaian keprajuritan ini kemudian berubah dari waktu ke waktu hingga yang kita kenal saat ini.┬áPakaian perang Pangeran Mangkubumi berupa semacam seragam, celana dan bebed (kain yang menutup badan bagian bawah dan kaki), baju sikepan (baju luar yang dipakai saat membawa senjata), udheng atau ikat kepala, sebilah keris yang diselipkan dalam sabuk, dan satu buah keris lagi yang digantungkan pada sabuk. Pakaian Prajurit pada Awal Kesultanan Gubernur VOC Nicolaas Hartingh pernah mendeskripsikan pakaian yang dikenakan Pangeran Mangkubumi saat pertemuan pribadi mereka di Pedagangan, Grobogan, saat mereka menegosiasikan tuntutan Pangeran Mangkubumi atas bumi Mataram. Pangeran Mangkubumi menggunakan pakaian putih dan kain, memakai dua…

Dari Penjaga Kedaulatan Hingga Pengawal Budaya

img_mZyGVDV.jpg
Kamis, 04 Agustus 2016 admin

Keberadaan Prajurit Keraton Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari perang antara Pangeran Mangkubumi melawan VOC (1746-1755). Dalam perang yang disebut juga sebagai "Perang Mangkubumen" ini, Pangeran Mangkubumi dibantu oleh banyak pihak, termasuk kerabat dari lingkungan keraton. Di antaranya ada Raden Rangga Prawirasentika, Pangeran Hadiwijaya, Pangeran Singasari, Pangeran Hangabehi, dan Raden Mas Said. Beberapa kerabat tersebut memiliki pasukan sendiri yang tentu saja turut serta dalam perang yang dijalankan oleh pemimpin mereka. Perang Mangkubumen berakhir dengan disepakatinya Perjanjian Giyanti. Perjanjian Giyanti menandai pula lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Dengan terbentuknya kerajaan baru, maka sudah menjadi kewajaran apabila dibentuk pula perangkat untuk menjalankannya. Abdi Dalem sebagai aparatur sipil, dan prajurit sebagai aparatur militer. Kesatuan-kesatuan prajurit yang berperang dalam Perang Mangkubumen itulah yang kemudian menjadi cikal bakal Prajurit…

Bregada Prajurit Keraton Yogyakarta

img_eb5ANu9.jpg
Senin, 18 September 2017 admin

Saat ini, keraton memiliki sepuluh kelompok pasukan yang disebut sebagai bregada. Jumlah seluruh prajurit cukup kecil, sekitar 600 orang. Jumlah anggota tiap pasukan berbeda-beda. Bregada Nyutra misalnya, hanya terdiri dari 64 orang saja. Pimpinan tertinggi dari keseluruhan bregada prajurit keraton adalah seorang Manggalayudha atau Kommandhan/Kumendham. Sebutan lengkapnya adalah Kommandhan Wadana Hageng Prajurit. Manggalayudha bertugas mengawasi dan bertanggung jawab penuh atas keseluruhan pasukan. Ia dibantu oleh seorang Pandhega (Kapten Parentah), dengan sebutan lengkapnya Bupati Enem Wadana Prajurit, yang bertugas menyiapkan pasukan. Setiap pasukan atau bregada dipimpin oleh perwira berpangkat Kapten. Kecuali bregada Bugis dan Surakarsa yang dipimpin oleh seorang Wedana. Pandhega didampingi oleh perwira yang disebut Panji (Lurah). Perwira ini…

TATA PEMERINTAHAN