Sosialisasi Penerimaan Abdi Dalem Prajurit Rambah V, Upaya Keraton Regenerasi Penjaga Tradisi
- 07-01-2026
Keraton Yogyakarta melalui Kawedanan Kaprajuritan menyelenggarakan Sosialisasi Penerimaan Abdi Dalem Prajurit Rambah V pada Sabtu (03/01), bertempat di Bale Raos Resto. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Keraton Yogyakarta dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai keprajuritan sekaligus menyiapkan regenerasi Abdi Dalem Prajurit sebagai penjaga tradisi dan budaya adiluhung.
Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan Bregada Rakyat se-Daerah Istimewa Yogyakarta serta masyarakat umum yang memiliki minat dan panggilan pengabdian untuk bergabung sebagai prajurit keraton. Melalui kegiatan ini, Keraton Yogyakarta memberikan pemahaman awal yang komprehensif mengenai hakikat pengabdian, peran keprajuritan, serta tata nilai yang menjadi landasan utama dalam menjalani laku sebagai Abdi Dalem Prajurit.

“Pengabdian sebagai prajurit keraton bukanlah sebuah pekerjaan dalam pengertian mencari nafkah, melainkan laku pengabdian yang dilandasi panggilan batin, kesadaran budaya, serta tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai adiluhung Keraton Yogyakarta. Setiap Abdi Dalem mengabdikan diri dengan ketulusan, serta memegang teguh falsafah hidup yang diwariskan secara turun-temurun,” ungkap KPH Notonegoro yang merupakan Penghageng II sekaligus Manggala (komandan) Kawedanan Kaprajuritan.
Setiap prajurit dituntut untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai keprajuritan yang berakar kuat pada falsafah hidup Jawa, yakni sawiji, greget, sengguh, lan ora mingkuh. Falsafah tersebut menjadi pedoman batin yang menuntun sikap, perilaku, dan tanggung jawab Prajurit Keraton dalam menjalankan tugas pengabdian secara konsisten.
Penerimaan Prajurit Rambah V dilaksanakan melalui tahapan seleksi yang terstruktur dan komprehensif. Sebagai bagian dari penguatan kualitas seleksi, Kawedanan Kaprajuritan menjalin kerja sama dengan Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial) dalam pelaksanaan tahapan tes psikologi. Pada kesempatan ini, Dinas Psikologi Angkatan Laut turut memberikan pemaparan materi terkait aspek psikologis calon prajurit sebagai bekal awal pemahaman peserta terhadap pentingnya kesiapan mental dan kepribadian dalam laku pengabdian.

“Pemeriksaan psikologis bertujuan untuk memetakan karakter, stabilitas emosi, kemampuan adaptasi, serta ketahanan mental calon prajurit. Aspek-aspek tersebut dipandang penting agar calon prajurit keraton mampu menjalani pengabdian dengan penuh kesadaran, disiplin, serta tanggung jawab moral yang tinggi,” ungkap Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Kolaborasi dengan Dinas Psikologi Angkatan Laut ini mencerminkan komitmen Kawedanan Kaprajuritan dalam menerapkan standar seleksi yang profesional, terukur, dan relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi keprajuritan keraton. Sinergi lintas institusi ini diharapkan mampu menghasilkan prajurit keraton yang tidak hanya memahami tradisi, tetapi juga memiliki kesiapan mental yang kuat dalam menghadapi dinamika pengabdian.

Selain pemaparan terkait tes psikologi, sosialisasi juga diisi dengan penjelasan teknis rekrutmen. Sesi ini menjelaskan secara rinci mengenai persyaratan administrasi, mekanisme pendaftaran, serta tahapan seleksi yang akan dilalui oleh calon peserta. Penjelasan teknis tersebut bertujuan agar peserta memiliki pemahaman yang utuh dan jelas mengenai proses yang harus dijalani sejak pendaftaran hingga tahap akhir seleksi.
Calon prajurit yang dinyatakan diterima nantinya akan mengikuti proses pendidikan dan pembinaan yang mencakup pengenalan tata laku keprajuritan, etika pengabdian, latihan baris-berbaris, serta pembekalan peran prajurit dalam upacara adat dan kegiatan resmi Keraton Yogyakarta. Seluruh proses tersebut dirancang untuk menumbuhkan kedisiplinan, loyalitas, serta kesadaran budaya yang mendalam.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana tertib, khidmat, dan dialogis. Pada sesi tanya jawab, para peserta memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh penjelasan lebih mendalam terkait komitmen pengabdian, tanggung jawab moral sebagai prajurit keraton, serta tantangan menjalani laku pengabdian di tengah perkembangan zaman. Antusiasme peserta mencerminkan kesungguhan dalam memahami makna pengabdian secara utuh dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Sosialisasi Penerimaan Abdi Dalem Prajurit Rambah V, Keraton Yogyakarta berharap dapat menjaring generasi penerus yang memiliki kesadaran budaya, kedisiplinan, kesiapan mental, serta ketulusan dalam mengabdi. Regenerasi Abdi Dalem Prajurit dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga kelangsungan nilai-nilai keprajuritan agar tetap hidup, relevan, dan berakar kuat pada tradisi.
“Regenerasi kalau tidak dipaksakan akan habis. Kita memang mencari sasaran anak-anak muda karena yang namanya lir gumanti itu harus terjadi. Kewajiban kita sebagai generasi yang lebih tua yaitu memastikan terjadinya regenerasi dan mewariskan nilai-nilai luhur para pendahulu kepada generasi penerus,” tutup KPH Notonegoro.