Hormati Para Leluhur, Keraton Laksanakan Upacara Kuthomoro
Setiap bulan Ruwah, Keraton Yogyakarta bersiap untuk menggelar Hajad Dalem Kuthomoro. Sebuah upacara tradisional yang bertujuan untuk mengirim doa kepada para leluhur Keraton Yogyakarta yang telah dimakamkan di peristirahatan terakhir khusus kerajaan (Kagungan Dalem Pasareyan). “Kuthomoro merupakan rangkaian Hajad Dalem untuk berziarah dan mengirimkan doa kepada leluhur yang dilaksanakan setiap bulan Ruwah (Syakban), sebelum memasuki bulan Puasa/Ramadan. Hajad Dalem Kuthomoro dilaksanakan mulai tanggal 13 - 15 Ruwah, pelaksanaan tahun ini bertepatan pada hari Minggu (01/02) hingga Selasa (03/02),” ujar KRT Hastononingrat.

Minggu pagi (01/02), iring-iringan rombongan Abdi Dalem Kanca Kaji dan Abdi Dalem Suranata terlihat keluar dari Bangsal Pengapit di kompleks Keputren. Tepat pukul 08.30 WIB, sejumlah Abdi Dalem tersebut berjalan kaki keluar dari kompleks keraton menuju Kantor Urusan Pengulon untuk mengantarkan ubarampe yang akan menjadi sarana ziarah. Sejumlah 420 ubarampe telah dikemas dan sebelumnya telah diinapkan semalam di Gedhong Prabayeksa. Adapun ubarampe yang sudah dikemas tersebut berisi sekar konyoh, dupa, ratus dari serbuk kayu cendana, dan yatra tindih.

Keesokan harinya, Senin (02/02), sejumlah Abdi Dalem Urusan Pengulon yang dipimpin oleh KMT Sarihartakadipura dan didampingi Kanca Suranata mengantar ubarampe ziarah ke pemakaman Kotagedhe dan Kantor Bupati Puralaya Imogiri.
Ubarampe Kuthomoro selanjutnya diterima langsung oleh KMT Hastonokusumo selaku perwakilan Abdi Dalem Juru Kunci Makam Kagungan Dalem Kotagedhe, sementara KRT Reksakusuma mewakili Abdi Dalem Juru Kunci Makam Kagungan Dalem Imogiri. Selain penyerahan ubarampe untuk makam Kagungan Dalem yang berada di DIY, Urusan Pengulon juga akan mengirim ubarampe melalui paket pos ke Juru Kunci Pemakaman Kagungan Dalem yang ada di luar DIY, berjumlah kurang lebih 58 makam.

Terkhusus di Makam Pajimatan Imogiri, Selasa pagi (03/02) atau 15 Ruwah pukul 08.00 WIB, iring-iringan Abdi Dalem Puralaya Imogiri berjalan dari Kantor Bupati Puralaya Imogiri menuju Pajimatan sembari menandu jodhang berisi ubarampe menaiki ratusan anak tangga. Setibanya di Bangsal Srimanganti (sebuah bangunan di muka kompleks makam Sultan Agung, ubarampe ditata dan dicek kelengkapannya untuk didoakan bersama dan dilanjutkan dengan prosesi ziarah. Adapun para Putra Dalem dan Sentana Dalem biasanya akan berziarah setelah tanggal 15 Ruwah.

KRT Hastononingrat menambahkan bahwa tidak ada perbedaan dalam Kintunan Kuthomoro tahun ini. Selain sebagai momentum mengirim doa, prosesi Kuthomoro juga sebagai wujud rasa hormat Keraton Yogyakarta kepada para leluhur yang telah berjasa dalam membangun kedaulatan Kasultanan Yogyakarta. Rangkaian ubarampe harum yang telah disiapkan, bukan sekadar pelengkap, melainkan simbol bakti dalam menjaga keluhuran nama para leluhur, agar senantiasa harum dalam ingatan penerus Kasultanan Yogyakarta.

PALING BANYAK DIBACA
- Pentas Wayang Wong Gana Kalajaya, Perkuat Hubungan Diplomatik Indonesia-India
- Peringati Hari Musik Sedunia, Keraton Yogyakarta Gelar Royal Orchestra dan Rilis Album Gendhing Soran Volume 1
- Talk Show: Kendhangan Ketawang Gaya Yogyakarta dan Launching Kendhangan Ketawang
- Bojakrama, Pameran Jamuan di Keraton Yogyakarta Usai Digelar
- Tetap Patuhi Prokes, Pembagian Ubarampe Gunungan Garebeg Besar Digelar Terbatas