Regenerasi Prajurit Keraton: Kawedanan Kaprajuritan Tetapkan 46 Prajurit Baru Rambah V
- 02-03-2026
Keraton Yogyakarta melalui Kawedanan Kaprajuritan secara resmi menetapkan hasil akhir seleksi penerimaan prajurit tahun 2026. Penetapan tersebut dilaksanakan melalui Sidang Penentuan Akhir yang berlangsung di Sasana Hinggil Dwi Abad pada Minggu (18/01). Sidang ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian seleksi yang telah dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan menjunjung tinggi prinsip integritas.
Dari total 142 pendaftar yang mengikuti proses seleksi sejak tahap awal, sebanyak 46 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai prajurit baru Keraton Yogyakarta. Rekrutmen prajurit tahun ini menjadi bagian penting dari upaya regenerasi prajurit keraton, sekaligus wujud komitmen Keraton Yogyakarta dalam menjaga keberlanjutan pengabdian, pelestarian tradisi, serta penguatan nilai-nilai budaya luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Rangkaian seleksi penerimaan prajurit dilaksanakan secara komprehensif selama satu pekan dengan melibatkan Kawedanan Kaprajuritan serta Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut. Tahap awal berupa seleksi administrasi dan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada Sabtu (10/01) di Sasana Hinggil Dwi Abad. Pada tahap ini, peserta menjalani verifikasi kelengkapan dokumen serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh guna memastikan kesiapan fisik, mengingat tugas keprajuritan menuntut kondisi jasmani yang prima dan ketahanan dalam berbagai situasi.

Tahap selanjutnya adalah tes psikologi yang diselenggarakan pada Minggu (11/01). Tes psikologi dilaksanakan secara intensif untuk memetakan aspek intelegensi, kepribadian, stabilitas emosi, serta sikap kerja calon prajurit. Tahapan ini menjadi landasan penting dalam menilai kesiapan mental dan karakter peserta, sejalan dengan tuntutan peran prajurit Keraton Yogyakarta yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sarat dengan nilai etika dan tata laku.
Peserta yang dinyatakan lolos pada tahap psikologi kemudian mengikuti tes kesegaran jasmani pada Jumat (16/01). Uji kesamaptaan ini mencakup penilaian ketahanan fisik, kekuatan otot, serta kelincahan. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon prajurit memiliki daya tahan yang memadai dalam menjalankan tugas-tugas keprajuritan, khususnya dalam kegiatan upacara adat yang berdurasi panjang dan membutuhkan konsentrasi tinggi.

Tahapan berikutnya adalah uji baris-berbaris nasional yang dilaksanakan pada Sabtu (17/01) di Sasana Hinggil Dwi Abad. Dalam uji ini, peserta dinilai dari aspek kedisiplinan, ketepatan gerak, keseragaman formasi, serta postur tubuh. Baris-berbaris menjadi unsur penting karena mencerminkan ketertiban, keselarasan, serta keindahan yang menjadi ciri khas prajurit Keraton Yogyakarta.
Sebagai puncak dari seluruh rangkaian seleksi, Sidang Penentuan Akhir dilaksanakan pada Minggu (18/01). Sidang ini dipimpin oleh Penghageng II sekaligus Manggala Kawedanan Kaprajuritan KPH Notonegoro, dan didampingi Kepala Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut, Laksma TNI Wisnu Agung Priambodo. Sidang tersebut merangkum seluruh hasil penilaian dari setiap tahapan seleksi secara menyeluruh untuk menetapkan peserta yang dinilai paling memenuhi kriteria sebagai prajurit keraton.

Dalam sidang tersebut ditegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan, objektivitas, dan profesionalitas. Setiap peserta yang dinyatakan lulus merupakan hasil dari kemampuan, kesiapan, serta karakter yang telah diuji secara menyeluruh tanpa adanya perlakuan khusus.
“Menjadi prajurit Keraton Yogyakarta bukan sekadar mengenakan busana keprajuritan, melainkan memikul tanggung jawab moral yang besar. Setiap prajurit harus senantiasa menjunjung tinggi kedisiplinan, ketertiban, serta keselarasan sikap dan perilaku sesuai dengan tata krama Keraton Yogyakarta. Selain itu, prajurit wajib memahami serta ngugemi nilai-nilai filosofi pengabdian, yakni nyawiji greget sengguh lan ora mingkuh, memayu hayuning bawana, serta manunggaling kawula Gusti,” tegas KPH Notonegoro.

Ke-46 prajurit yang telah ditetapkan selanjutnya akan mengikuti tahapan sowan bekti dan dilanjutkan dengan magang, meliputi baris-berbaris gaya prajurit Keraton Yogyakarta, pengenalan senjata tradisional, serta pendalaman peran dan tanggung jawab sebagai Abdi Dalem prajurit Keraton Yogyakarta.
Dengan bertambahnya personel prajurit baru ini, Keraton Yogyakarta berharap pelaksanaan tugas-tugas keprajuritan, penyelenggaraan upacara adat, serta pelestarian nilai-nilai luhur budaya Keraton dapat terus berjalan secara berkesinambungan dan selaras dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi.