Pawiyatan Abdi Dalem Kelas Dasar I 2026: Bekal Ilmu untuk Para Abdi Budaya
Ada pemandangan tak biasa di Kagungan Dalem Bangsal Kasatriyan pada Senin (29/06) pagi lalu. Sekitar 75 Abdi Dalem Punakawan dan Kaprajan tampak duduk berjajar rapi dan khidmat mengikuti pembukaan Pawiyatan Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Kelas Dasar I Tahun 2026. Rangkaian kegiatan pawiyatan ini dibuka oleh Penghageng II Kawedanan Parentah Hageng KPH Wironegoro, berlangsung selama 5 hari, hingga Jumat (03/07) siang.

Sebagai pilar kebudayaan, Pawiyatan (pendidikan) ini bertujuan untuk memberikan bekal bagi para Abdi Dalem saat menjalankan tugas pengabdian di Keraton Yogyakarta. Untuk itu materi yang diberikan pun beragam, mulai dari pengantar sejarah Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sejak Perjanjian Giyanti, pengantar filosofi dasar dan watak satriya, berbagai penjelasan mengenai hak dan kewajiban Abdi Dalem, pengantar pelestarian dan pengembangan warisan budaya, Pranatan Kalenggahan Abdi Dalem, Tata Rakit Paprintahan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, hingga pengantar mengenai Hajad Dalem dan Tata Rakit Wewangunan di Keraton Yogyakarta.

Selain itu disampaikan pula materi yang berkait kelindan dengan Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumbu Filosofi, dan pemaknaan unggah-ungguh. Semua pemaparan materi diikuti dengan penuh antusias, ditandai dengan maraknya sesi tanya jawab yang menunjukkan semangat para Abdi Dalem untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Sebab usai menyelesaikan seluruh rangkaian pawiyatan ini, para peserta pawiyatan akan mendapatkan sebuah partisara (sertifikat) yang kemudian menjadi salah satu syarat kenaikan pangkat Abdi Dalem. Sehingga semua Abdi Dalem diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk mengiringi langkahnya menjadi para abdi budaya.

“Itulah mengapa dalam pawiyatan kali ini, kami juga memasukkan materi mengenai nilai-nilai inklusi kepada Abdi Dalem. Kami ingin Abdi Dalem tidak hanya memahami tentang keraton dan warisan budayanya, sumbu filosofinya, keistimewaannya, namun juga bagaimana bersikap dan bertindak untuk memanusiakan manusia yang sejalan dengan nilai inklusi ini,” ungkap KPH Wironegoro.

Usai pemaparan materi terkait nilai inklusi, Pawiyatan Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ditutup dengan pelaporan kegiatan pawiyatan selama 5 hari oleh KRT Wijayapamungkas, pemberian sertifikat (partisara) kepada 75 peserta oleh KPH Wironegoro, dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kanca Kaji MB Ngabdul Haris.

“Mugi pekenira sedaya dadiya Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ingkang tumemen anggene dadi abdinipun budaya Ngayogyakarta Hadiningrat,” pungkas KPH Wironegoro. Pesan tersebut dimaknai harapan bagi seluruh Abdi Dalem di Keraton Yogyakarta agar dapat menjalankan tugas sebagai abdi budaya dengan sebaik-baiknya.

PALING BANYAK DIBACA
- Pentas Wayang Wong Gana Kalajaya, Perkuat Hubungan Diplomatik Indonesia-India
- Peringati Hari Musik Sedunia, Keraton Yogyakarta Gelar Royal Orchestra dan Rilis Album Gendhing Soran Volume 1
- Talk Show: Kendhangan Ketawang Gaya Yogyakarta dan Launching Kendhangan Ketawang
- Bojakrama, Pameran Jamuan di Keraton Yogyakarta Usai Digelar
- Tetap Patuhi Prokes, Pembagian Ubarampe Gunungan Garebeg Besar Digelar Terbatas