Peringati Hari Sumpah Pemuda, Keraton Yogyakarta Rilis Album Gendhing Gati Volume 2

Bertepatan dengan peringatan ke-92 Hari Sumpah Pemuda, KHP Kridhomardowo Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat merilis Album Gendhing Gati Volume 2. Album ini berisi 18 gendhing, terdiri dari 16 judul Gendhing Gati dan 2 bonus track Gendhing Gangsaran. Dari 16 judul Gendhing Gati yang dirilis, 14 diantaranya merupakan gendhing lama yang direkam kembali, sementara 2 gendhing lainnya merupakan gendhing unggulan terbaru berjudul Gendhing Gati Taruna dan Gendhing Gati Bhinneka.

Abdi Dalem Wiyaga (penabuh gamelan) dan Abdi Dalem Musikan (pemain alat musik barat) kembali berkolaborasi memainkan Gendhing Gati Taruna dan Gendhing Gati Bhinneka secara berurutan menandai peluncuran album. Agenda ini diadakan di Kagungan Dalem Bangsal Mandalasana, Rabu (28/10) pukul 15.00 WIB. Terkait situasi pandemi, acara ini digelar secara virtual melalui kanal Youtube Kraton Jogja.

“Setelah merilis Gendhing Gati Mardika bulan Agustus lalu, Ngarsa Dalem dhawuh untuk membuat dua gendhing baru dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. Sehingga, saya segera bentuk tim kreatif, nimbali dua Abdi Dalem yaitu MW Susilomadyo untuk mereka-reka komposisi Gendhing Gati Taruna dan RP Ngeksibrongto untuk Gendhing Gati Bhinneka. Jadi kedua gendhing baru ini sudah dicaoske dan diterima sebagai Yasan Dalem atau ciptaan di masa Sri Sultan Hamengku Buwono X yang sekarang bertakhta,”ungkap KPH Notonegoro selaku Penghageng (pimpinan) dari KHP Kridhomardowo.

Rilis Album Gendhing Gati Vol 2 30102020 02

Penamaaan Gendhing Gati Taruna diambil dari kata ‘taruna’ berarti para pemuda. Gendhing ini memiliki karakter agung, ceria, penuh ekspresi, semangat, dan gembira. Gati Taruna diperkaya dengan aransemen instrumen tiup yang dibuat secara poliponik sehingga membentuk jalinan lagu sendiri.

Sementara Gendhing Gati Bhinneka, kata ‘bhinneka’ memiliki arti beraneka ragam, sehingga gendhing ini memiliki aneka ragam irama dan melodi, terutama dalam instrumen alat tiupnya. Tidak seperti gendhing pada umumnya yang diawali tabuhan bonang barung saja, buka Gati Bhinneka diisi oleh bonang barung yang dikombinasikan dengan balungan, mirip racikan Gendhing Sekaten. Setelahnya, dilanjutkan alunan alat tiup barat yang disertai buka kendang.

KPH Notonegoro menambahkan, “Harapannya dengan merilis gendhing baru yaitu Gendhing Gati Taruna dan Gendhing Gati Bhinneka beserta 14 Gendhing Gati lainnya di berbagai platform ini selain mangayubagya Hari Sumpah Pemuda dan memperingati kebhinnekaan masyarakat Indonesia, tentu juga sebagai edukasi agar para pendengar, khususnya pecinta seni karawitan dan musik bisa menikmati perkembangan karawitan di keraton dari mana saja dan kapan saja.”

Meski sempat diwarnai turun hujan, namun peluncuran Album Gendhing Gati Volume 2 yang dihadiri langsung oleh GKR Hayu, GKR Bendara, beserta KPH Notonegoro ini berjalan lancar. Bahkan putra dari GKR Hayu dan KPH Notonegoro, RM Manteyyo Kuncoro Suryonegoro, turut hadir dan antusias menikmati acara hingga prajurit kirab kembali ke kompleks Bangsal Kasatriyan.

Adapun 16 judul gendhing dalam Album Gendhing Gati Volume 2 : Gati Bhinneka, Gati Branta Wiwaha, Gati Buntal, Gati Harjuna Asmara, Gati Jendral, Gati Kapten, Gati Kingkin, Gati Komis, Gati Kuda, Gati Mandra, Gati Marinir, Gati Padhamara, Gati Priya, Gati Taruna, Gati Usar, dan Gati Weni. Gendhing-gendhing tersebut beserta 2 bonus track kini dapat dinikmati melalui kanal Youtube Kraton Jogja, serta tersedia di platform musik seperti Spotify dan iTunes. Selain itu, bagi masyarakat yang ingin tahu lebih jauh tentang masing-masing Gendhing Gati berikut notasinya, dapat mengakses informasinya melalui laman kratonjogja.id.

Rilis Album Gendhing Gati Vol 2 30102020 01