Tamanan Seri ke-55, Komik Strip “Plesiran: Cerita tentang Karin Menjadi Detektif Cilik di Benteng Vredeburg”
- 21-02-2026
Mengunjungi bangunan bersejarah merupakan salah satu kegiatan edukatif yang bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk anak-anak. Salah satunya Benteng Vredeburg yang dapat diamati secara langsung kemegahan dan dirasakan nilai sejarahnya bagi generasi penerus. Museum ini merupakan bagian dari saksi bisu perjuangan kemerdekaan dan memainkan peran penting dalam menjaga ingatan kolektif bangsa.
Bagi anak-anak, belajar tentang sejarah tidak hanya sekadar mengetahui tahun kejadian atau nama tokoh, mengunjungi museum memiliki banyak manfaat, antara lain:

- Mengenal Jejak Sejarah
Anak menjadi tahu proses perjuangan berdirinya suatu bangsa, dari masa penjajahan hingga mempertahankan kemerdekaan melalui diorama yang ada. Ini membuat anak-anak lebih menghargai jasa para pahlawan dan menyadari betapa hebatnya perjuangan pendahulu mereka. Anak-anak juga menjadi paham pentingnya menjaga warisan budaya, misalnya tidak menyentuh benda koleksi sembarangan, agar tetap terjaga kelestariannya.
- Mengembangkan Rasa Ingin Tahu
Rasa ingin tahu anak akan terpicu layaknya seorang detektif. Mereka mungkin akan bertanya, "Mengapa benteng ini memiliki parit?", "Apa fungsi benda ini pada zaman dahulu?", "Mengapa seragam pejuang berbeda-beda?". Ini bagus untuk merangsang rasa ingin tahu dan kemampuan analisis serta berpikir kritis mereka terhadap peristiwa masa lalu.
- Meningkatkan Kemampuan Berbahasa
Saat belajar tentang sejarah di museum, anak akan mengenal kosakata baru, seperti gerilya, diplomasi, diorama, kolonial, dan lain-lain.
- Membangun Kesadaran Diri
Anak menjadi tahu bahwa sejarah itu penting untuk identitas diri, untuk mengambil pelajaran bijak, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Mereka juga belajar tata tertib di ruang publik, misalnya berbicara dengan lirih agar tidak gaduh dan mengantre saat masuk ke ruang pameran.
- Media Belajar yang Menyenangkan
Museum bisa menjadi media belajar yang seru dan menyenangkan. Dengan bermain bersama anak, proses ini akan membangun kedekatan antar orang tua atau anggota keluarga lainnya.

Dalam Komik Strip kali ini, Keraton Yogyakarta memberikan ilustrasi mengenai petualangan Karin menelusuri sudut Benteng Vredeburg. Orang tua dapat mengajak anak untuk membaca bersama dan melakukan diskusi lanjutan setelahnya.
Komik ini dimuat dalam dua bahasa yakni bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Hal ini memudahkan anak dan orang tua mempelajari interaksi sederhana dalam percakapan sehari-hari.

Simak komik dan audionya dalam pranala berikut.
Tamanan - Audio Komik Strip_Plesiran di Benteng Vredeburg.wav (52,8MB)
Tamanan - B. Jawa - Komik Strip_Plesiran di Benteng Vredeburg.pdf (10,3 MB)
Tamanan - B.Indonesia - Komik Strip_Plesiran di Benteng Vredeburg.pdf (10,3 MB)