Tamanan Seri Ke-59, Mengenal Anggota Tubuh
- Selasa, 23 Juni 2026
Salah satu bentuk kekayaan bahasa Jawa adalah penggunaan ragam tingkat tutur (ngoko dan krama) untuk menyebutkan anggota tubuh manusia, yang dikenal dengan istilah "Perangane Awak". Dengan mempelajari istilah-istilah ini, anak-anak tidak hanya belajar kosakata baru, tetapi juga diajak untuk mengenal diri sendiri serta memahami dasar unggah-ungguh (sopan santun) dalam berbahasa sejak dini.

Dunia anak penuh dengan rasa ingin tahu terhadap diri mereka sendiri. Melalui tema "Perangane Awak", orang tua dapat mengajak anak mengeksplorasi tubuh, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Misalnya, ketika anak mengetahui bahwa rambut untuk diri sendiri disebut “rambut” sedangkan untuk orang tua disebut rikma, atau mata disebut soca. Hal ini akan memicu rasa ingin tahu anak. Selain itu, hal ini mendukung perkembangan kognitif serta menanamkan rasa cinta terhadap kekayaan budaya dan budi pekerti sejak dini.
Tidak hanya memperkaya wawasan, mengenal istilah-istilah ini juga melatih kepekaan bahasa. Beberapa cara efektif untuk mengajak anak mengenal ragam anggota tubuh, khususnya nama-nama perangane awak dalam bahasa Jawa, antara lain:
- Gunakan kartu bergambar (flashcard), yang menunjukkan foto bagian tubuh beserta nama ngoko dan krama.
- Ajak anak bernyanyi atau melakukan gerakan fisik (seperti menunjuk bagian tubuh) untuk melihat langsung bentuk fisik yang sedang dipelajari.
- Gunakan permainan tebak-tebakan sederhana untuk menguji ingatan anak dengan cara yang menyenangkan.
- Bacakan cerita atau tembang yang menyelipkan istilah nama-nama anggota tubuh tersebut agar anak terbiasa mendengarnya.

Keraton Yogyakarta melalui konten Tamanan seri ke-57, menyajikan sarana belajar dengan media kartu bergambar bertemakan “Perangane Awak”. Media ini dirancang agar orang tua dapat berinteraksi secara aktif dengan anak melalui metode bermain sambil belajar. Kartu ini dapat diunduh, dicetak, dan digunakan bersama-sama sebagai aktivitas keluarga yang edukatif.

Kartu bergambar dalam konten ini disajikan dalam 2 bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dengan penulisan JGST (Javanese General System of Transliteration), PUJL (Pedoman Umum Jawa Latin), serta Aksara Jawa. Hal ini bertujuan untuk menguatkan literasi bahasa daerah dan memperkenalkan kembali aksara leluhur kepada masyarakat luas. Aktivitas ini sangat fleksibel, dapat dimainkan oleh anak usia dini mulai 3 tahun hingga remaja dan dewasa yang ingin memperdalam kemampuan berbahasa Jawa.

Simak kartu bergambar dan audio pengujaran dalam pranala berikut.