Tamanan Seri ke-58: Panduan Bermain Gobag Sodor
- 02-06-2026
Gobag Sodor merupakan warisan permainan rakyat yang digemari, terutama di tanah Jawa. Nama permainan ini mengandung makna filosofis; Gobag berarti bergerak dengan leluasa, dan Sodor yang berarti tombak, mencerminkan ketangkasan gerak maju-mundur layaknya prajurit yang sedang berlatih. Meskipun zaman terus berganti, Gobag Sodor tetap relevan sebagai bagian dari identitas budaya yang mengajarkan nilai ketangkasan dan kekompakan kepada anak-anak lintas generasi.

Permainan ini bukan sekadar hiburan, melainkan media stimulasi yang komprehensif bagi tumbuh kembang anak, mencakup dimensi kognitif, fisik-motorik, hingga kematangan sosial-emosional. Dari kacamata motorik, aktivitas berlari dan menghindar dalam permainan ini efektif untuk mengasah kemampuan proprioseptif, yaitu kesadaran akan posisi tubuh, serta memperkuat sistem vestibular demi mencapai keseimbangan optimal anak. Secara kognitif, anak ditantang untuk merancang strategi tim yang cerdas agar dapat menembus garis pertahanan lawan secara taktis. Sementara itu, pada aspek sosial-emosional, Gobag Sodor mengajarkan arti kerja sama, komunikasi yang efektif, serta sikap sareh atau tenang dalam menghadapi situasi sulit di lapangan.

Melalui seri edukasi ini, Keraton Yogyakarta mengajak para orang tua dan pendidik untuk menghidupkan kembali dolanan tradisional sebagai sarana belajar yang nyata bagi anak. Di tengah kepungan teknologi, Keraton Yogyakarta juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam memfasilitasi gawai bagi anak usia dini. Sejalan dengan rekomendasi kesehatan global (AAP), durasi menonton video bagi anak-anak sebaiknya dibatasi maksimal satu jam per hari dengan pendampingan penuh, sementara bagi anak di bawah usia dua tahun, interaksi langsung tanpa layar tetap menjadi prioritas utama.
Selama pendampingan, orang tua dapat mengajak anak berinteraksi tentang video edukasi yang baru saja dilihat. Interaksi antara keduanya dapat dibangun dengan mengajukan pertanyaan atau diskusi dan praktik, sehingga terjadi proses timbal balik. Proses pendampingan orang tua dalam setiap kegiatan belajar dan tumbuh kembang anak menjadi salah satu kunci keberhasilan pengasuhan.

Simak video edukasi selengkapnya melalui kanal YouTube: Kraton Jogja