Image page cover

Tamanan Seri ke-61: Belajar Memperkenalkan Diri

Wewanuhan atau memperkenalkan diri dalam bahasa Jawa merupakan bagian mendasar dari tata krama dan etika pergaulan. Melalui proses perkenalan, anak-anak tidak hanya belajar menyampaikan identitas dasar—seperti nama (nami/asma), usia (yuswa), dan tempat asal (asal kitha)—tetapi juga diajak memahami pentingnya menyapa dengan santun dan ramah (ngremenaken). Meskipun zaman terus berkembang, pembiasaan wewanuhan berbahasa Jawa tetap relevan sebagai pembentuk identitas budaya sekaligus penanaman unggah-ungguh luhur sejak usia dini. 

Aktivitas belajar memperkenalkan diri ini bukan sekadar keterampilan berbicara, melainkan sarana stimulasi komprehensif bagi tumbuh kembang anak, mencakup dimensi kognitif, kebahasaan (literasi), hingga sosial-emosional. Secara kebahasaan dan kognitif, anak diajak mengasah daya ingat, artikulasi, dan pemahaman kosakata baru melalui kalimat pernyataan maupun pertanyaan interaktif secara bertahap. Pada aspek sosial-emosional, latihan memperkenalkan diri melatih keberanian tampil percaya diri, kemampuan menyimak secara aktif, serta membangun keterampilan sosial awal untuk menjalin pertemanan baru dengan penuh kehangatan. 

Website Tamanan 2

Melalui seri edukasi ini, Keraton Yogyakarta mengajak para orang tua dan pendidik untuk mendampingi anak-anak membiasakan komunikasi dan bahasa Jawa yang santun dalam keseharian. Di tengah kepungan teknologi, Keraton Yogyakarta juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam memfasilitasi gawai bagi anak usia dini. Sejalan dengan rekomendasi kesehatan global (AAP), durasi menonton video bagi anak-anak sebaiknya dibatasi maksimal satu jam per hari dengan pendampingan penuh, sementara bagi anak di bawah usia dua tahun, interaksi langsung tanpa layar tetap menjadi prioritas utama.

Selama pendampingan, orang tua dapat mengajak anak berinteraksi langsung dengan menirukan dialog dan mempraktikkan percakapan perkenalan (wewanuhan) yang ada dalam video. Interaksi antara keduanya dapat dibangun dengan saling bertukar peran mengajukan pertanyaan nama, usia, serta asal daerah, sehingga tercipta proses belajar timbal balik yang menyenangkan. Proses pendampingan orang tua dalam setiap kegiatan belajar dan tumbuh kembang anak menjadi salah satu kunci keberhasilan pengasuhan.

Website Tamanan 3

Simak video edukasi selengkapnya melalui kanal YouTube: Kraton Jogja